Manajemen Privasi

PrivacySphere

Kelola Data Pribadi Sesuai UU PDP — Tanpa Menebak-nebak

UU PDP sudah berlaku penuh dan setiap organisasi yang memproses data pribadi wajib membuktikan tata kelolanya. PrivacySphere menyatukan inventaris data, ROPA, consent, permintaan subjek data, dan DPIA dalam satu platform privasi yang siap ditunjukkan ke regulator.

PrivacySphere

  • Inventaris Data Pribadi & ROPA
  • Manajemen Consent
  • Manajemen Data Subject Request (DSR)
  • Privacy Impact Assessment (PIA/DPIA)
Manajemen Privasi

2024

UU PDP berlaku penuh — kewajiban ROPA, DSR, dan DPIA sudah aktif

Masa transisi dua tahun berakhir Oktober 2024

2%

Sanksi administratif hingga 2% pendapatan tahunan atas pelanggaran

Belum termasuk sanksi pidana dan gugatan perdata

72 jam

Praktik terbaik merespons permintaan subjek data sejak diterima

UU PDP memberi batas 3×24 jam untuk pemenuhan hak tertentu

Kewajiban Privasi Sudah Berlaku, Tapi Kebanyakan Organisasi Belum Bisa Membuktikannya

Sejak UU PDP berlaku penuh, pertanyaannya bukan lagi apakah organisasi Anda wajib patuh — melainkan apakah Anda bisa membuktikannya. Regulator dan pelanggan enterprise kini meminta ROPA, catatan consent, dan bukti penanganan permintaan subjek data.

Masalahnya, data pribadi tersebar di banyak sistem, consent dicatat seadanya, dan permintaan penghapusan data ditangani ad-hoc lewat email. Saat permintaan datang atau insiden terjadi, tidak ada yang tahu persis data apa disimpan di mana dan atas dasar apa.

PrivacySphere menjadikan tata kelola privasi operasional harian: inventaris yang hidup, ROPA yang selalu mutakhir, dan alur DSR yang terukur — bukan dokumen sekali jadi yang usang begitu selesai ditulis.

Bagaimana PrivacySphere Bekerja

Proses yang sederhana, terstruktur, dan dapat langsung dijalankan oleh tim Anda.

01

Inventarisasi Data Pribadi

Petakan data pribadi apa saja yang diproses organisasi — kategori data, sumber, lokasi penyimpanan, dan sistem yang memprosesnya.

02

Susun ROPA per Aktivitas Pemrosesan

Bangun Record of Processing Activities lengkap: tujuan, dasar pemrosesan, kategori subjek data, retensi, dan pihak yang menerima data.

03

Kelola Consent & Dasar Pemrosesan

Catat persetujuan subjek data, dasar hukum setiap pemrosesan, dan riwayat penarikan consent secara tertelusur.

04

Tangani DSR dalam Tenggat

Terima, lacak, dan penuhi permintaan subjek data — akses, koreksi, penghapusan — dengan alur kerja dan pengingat tenggat yang jelas.

05

Jalankan DPIA & Review Berkala

Lakukan Privacy Impact Assessment untuk pemrosesan berisiko tinggi, kelola register transfer lintas negara dan prosesor pihak ketiga, lalu pantau semuanya dari dashboard tata kelola privasi.

Fitur & Kapabilitas

Dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasional nyata — bukan sekadar checklist fitur yang terlihat bagus di brosur.

Inventaris Data Pribadi & ROPA

Peta lengkap data pribadi yang diproses organisasi dan Record of Processing Activities per aktivitas — artefak pertama yang diminta regulator maupun auditor ISO 27701.

Manajemen Consent

Catat persetujuan, dasar hukum pemrosesan, dan riwayat penarikan consent per subjek data — tertelusur dan siap dibuktikan kapan pun dipertanyakan.

Manajemen Data Subject Request (DSR)

Alur kerja terstruktur untuk permintaan akses, koreksi, dan penghapusan data — dengan pelacakan tenggat agar setiap permintaan terpenuhi tepat waktu.

Privacy Impact Assessment (PIA/DPIA)

Template DPIA terpandu untuk pemrosesan berisiko tinggi: identifikasi risiko privasi, rencana mitigasi, dan persetujuan berjenjang sebelum pemrosesan dimulai.

Retensi & Pemusnahan Data

Kebijakan retensi per kategori data dengan pengingat jadwal pemusnahan — data pribadi tidak disimpan lebih lama dari yang dibenarkan.

Register Transfer Lintas Negara & Prosesor

Catat transfer data ke luar negeri beserta dasar hukumnya dan kelola register prosesor pihak ketiga — lengkap dengan status DPA masing-masing. Semua aksi terekam dalam audit log.

Kepatuhan & Standar yang Didukung

PrivacySphere dirancang untuk membantu organisasi Anda memenuhi persyaratan kontrol dan standar keamanan informasi yang relevan.

UU PDP

UU No. 27 Tahun 2022 — Pelindungan Data Pribadi

Inventaris data, dasar pemrosesan, penanganan hak subjek data, dan retensi di PrivacySphere dirancang mengikuti kewajiban pengendali data dalam UU PDP.

Art. 30

GDPR — Records of Processing Activities

ROPA terstruktur per aktivitas pemrosesan memenuhi format Article 30 GDPR — relevan bagi organisasi yang melayani pelanggan atau mitra di Uni Eropa.

ISO 27701

Privacy Information Management System (PIMS)

PrivacySphere mengoperasionalkan kontrol tambahan ISO/IEC 27701 di atas ISMS Anda — jalur alami bagi organisasi yang sudah memegang ISO/IEC 27001.

A.5.34

Privacy and Protection of PII

Penuhi kontrol Annex A tentang privasi dan pelindungan data pribadi dengan bukti operasional yang tertelusur — bukan sekadar kebijakan di atas kertas.

Service Level Agreement (SLA)

SLA berikut berlaku untuk seluruh Pelanggan PrivacySphere dan menjadi bagian dari Perjanjian Layanan (Service Agreement) yang ditandatangani bersama. Semua Pelanggan mendapatkan akses penuh ke seluruh fitur platform.

Uptime

99.5%

Ketersediaan layanan per bulan, tidak termasuk maintenance terjadwal yang diberitahukan 24 jam sebelumnya

Respons Insiden Kritis

4 jam kerja

Waktu respons pertama untuk isu yang berdampak signifikan pada operasional

Respons Isu Normal

1 hari kerja

Waktu respons pertama untuk permintaan bantuan dan pertanyaan teknis umum

Backup Data

Harian

Pencadangan data otomatis setiap hari, disimpan selama minimal 30 hari

RTO (Recovery Time)

8 jam

Waktu maksimal pemulihan layanan setelah insiden mayor yang mempengaruhi ketersediaan platform

RPO (Recovery Point)

24 jam

Titik data terakhir yang dijamin dapat dipulihkan dalam kondisi kegagalan sistem

Notifikasi Insiden

≤ 2 jam

Waktu maksimal pemberitahuan kepada Pelanggan sejak insiden ketersediaan teridentifikasi

* Semua SLA diukur secara bulanan dan berlaku sejak tanggal aktivasi langganan.

Siapa yang Membutuhkan PrivacySphere?

Platform ini dirancang untuk menjawab pain point nyata dari berbagai peran dalam organisasi.

01

DPO / Privacy Officer

Ditunjuk sebagai penanggung jawab pelindungan data namun harus membangun ROPA, alur DSR, dan register consent dari nol dengan alat seadanya.

02

Legal / Compliance Counsel

Harus menjawab pertanyaan regulator dan klausul privasi di kontrak pelanggan, tetapi tidak punya visibilitas atas data apa yang sebenarnya diproses tiap sistem.

03

CISO / Kepala Keamanan Informasi

Memegang ISO 27001 dan ingin memperluas ke ISO 27701, namun kontrol privasi operasional belum ada sistemnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Masih ada pertanyaan tentang PrivacySphere? Hubungi tim kami melalui halaman kontak atau footer.

Apa bedanya PrivacySphere dengan VendorSphere untuk pihak ketiga?

VendorSphere mengelola risiko vendor secara umum: assessment keamanan, kontrak, dan monitoring kinerja. Register prosesor di PrivacySphere spesifik kacamata privasi: peran pihak ketiga sebagai pemroses data pribadi, status Data Processing Agreement, dan keterlibatannya dalam transfer lintas negara. Keduanya saling melengkapi — vendor yang sama bisa tercatat di VendorSphere sebagai vendor dan di PrivacySphere sebagai prosesor.

Apakah PrivacySphere menangani notifikasi kebocoran data (breach notification)?

Pelaporan insiden dan notifikasi kebocoran data — termasuk kewajiban pemberitahuan 3×24 jam UU PDP — ditangani oleh GuardSphere sebagai bagian dari manajemen insiden. PrivacySphere fokus pada tata kelola privasi preventif; saat insiden menyentuh data pribadi, inventaris data di PrivacySphere membantu tim insiden menilai cakupan dampaknya dengan cepat.

Kami belum punya DPO. Apakah tetap bisa memakai PrivacySphere?

Bisa. Justru PrivacySphere memberi struktur bagi tim kecil: template ROPA, alur DSR, dan checklist DPIA yang terpandu mengurangi ketergantungan pada keahlian privasi yang mendalam. Banyak organisasi memulai dengan PIC merangkap dari tim legal atau IT sebelum menunjuk DPO khusus.

Apakah PrivacySphere mendukung GDPR juga, atau hanya UU PDP?

Keduanya. Struktur ROPA mengikuti Article 30 GDPR, alur DSR mencakup hak-hak subjek data di kedua regulasi, dan register transfer lintas negara mencatat dasar hukum transfer sesuai masing-masing rezim. Untuk organisasi Indonesia yang melayani pasar Eropa, satu platform mencakup keduanya.

Berapa lama implementasi PrivacySphere?

Umumnya 3–4 minggu kerja, karena pemetaan data pribadi lintas sistem membutuhkan keterlibatan beberapa departemen. Tim Cloudsphere mendampingi proses data mapping awal, penyusunan ROPA pertama, dan pelatihan tim — sehingga fondasi tata kelola privasi Anda langsung terpasang benar.

Siap Mencoba PrivacySphere?

Jadwalkan demo gratis dan lihat langsung bagaimana PrivacySphere dapat menyederhanakan proses manajemen privasi di organisasi Anda.